All About Perencana Keuangan!

Kali ini postingan gw mau ngomongin soal profesi gw sebagai perencana keuangan

Banyak yang masih bertanya – tanya tentang profesi perencana keuangan itu. Jadi to get you an idea what we do, gw persembahkan postingan ini #apaseu

Sebenarnya gw udah pernah nulis sih tentang ini, tapi pengen nulis lagi supaya lebih clear aja

Gw buat dalam bentuk QnA aja ya :

Q : Perencana keuangan independen itu apa?

A : Independent Financial Advisor/Planner adalah seorang professional yang menyinergikan antara kemampuan, pengalaman dan pengetahuan secara terus menerus di dalam dunia keuangan untuk membantu dalam proses penyelesaian masalah keuangan client dengan memberikan perhitungan secara menyeluruh dan juga membantu dalam memberikan referensi produk – produk keuangan yang legal sesuai dengan kebutuhan client.

Independent berarti memihak atas kepentingan client dan bukan pihak/pihak atau institusi tertentu. Perencana keuangan independent tidak menjual produk tetapi menjual jasa/service dalam mengelola keuangan client. Kita – kita juga ngga megang duit client sama sekali, duit lo ya di tangan lo, kalau duit lo di tangan kita, itu sudah melanggar kode etik profesi. Contoh : kalau kita referensiin produk reksadana, maka lo akan transfer duit lo ke bank kustodi reksadana tersebut dan bukan ke rekening perusahaan financial advisor/planner nya.

Kita akan menganalisa produk – produk keuangan dan memberikan alasan kenapa kita mereferensikan produk tersebut. Setiap investasi pasti ada resiko, di awal kita akan bantu lo untuk memahami resiko setiap produk investasi. Yang jelas produk yang disaranin harus ada pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Referensi produk juga ga akan cuma dari 1 institusi keuangan, pasti lebih tapi dipilih yang terbaiknya. Keputusan akhir tetap di tangan lo .

Q : Bagaimana cara memilih independent financial planner?

A :

1. Memiliki sertifikasi profesi dan lisensi serta terafiliasi dengan asosiasi yang diakui di Indonesia ataupun di dunia. E.g. CFP, RFA,CWMA

2. Walk The Talk Advisor/Planner

Ngga mau donk lo dikasih tau untuk invest di produk yang planner nya sendiri ngga punya .

Atau yang tidak mempraktekan gaya hidup finplan. Gaya hidup finplan apaan sih? ini bisa beda juga sih tergantung culture perusahaan independen finplanner nya tersebut. Kalau di company gw Zeus Consulting , kita bukan tipe yang memaksa client untuk hidup hemat..hidup mah harus bisa untuk senang – senang juga tapi tetap punya tujuan kedepan yang harus dicapai. Gw dan temen – temen kantor bisa makan di pinggir jalan tapi kalau lg pengen makan yang mahal ya makan mahal sekalian atau misalnya pengen liburan, ala backpacker bisa ala tourist juga bisa..be a flexible person! Duitnya ga banyak ya sesuaikan gaya hidupnya, duit banyak ya hayuk nikmatin . BUT investasi tetap yang paling utama sebelum gaya hidup konsumtif.

3. Advisor/Planner ngga cuma tau teori tapi juga bisa membuat plan. Karena kenyataannya kalau perencana keuangan ngga pernah megang client dan hanya belajar teori aja pasti beda banget deh, karena urusannya kalau sudah megang client, ga semua teori yang kita pelajari bisa berlaku , karena pada dasarnya tiap individu itu berbeda – beda kebutuhannya dan cara penanganannya juga beda. Background client satu beda dengan background client satunya lagi, maka ngga bisa di standarisasikan strategi perencanaan keuangannya. Background disini ngga melulu soal penghasilan loh ya, tapi latar belakang keluarga (nanggung hidup siapa aja, apakah ada masalah keuangan /warisan dll yang belum terselesaikan, dsb), tipe profile client, gaya hidupnya,dll. Finplanner juga harus mengerti psikologi client. Tantangan sih secara kita kan backgroundnya bukan psikolog ahhahah tapi it gets better ketika semakin banyak client yang kita handle.

Q : Kenapa harus memakai independent financial planner/advisor :

A: Pertama gw akan menjelaskan bedanya penasehat investasi dan perencana keuangan

Penasehat investasi hanya memberi tau bagaimana cara uang berkembang dengan menggunakan produk tertentu sedangkan perencana keuangan harus mengecek profil dan background terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Contoh : seorang penasehat keuangan di institusi keuangan memberikan anda produk bagus untuk dibeli tanpa mengecek keseluruhan kondisi keuangan anda sedangkan perencana keuangan sebelum menyarankan anda berinvestasi akan melihat terlebih dahulu apakah dana darurat anda sudah terkumpul?apakah anda sudah punya asuransi yang mengcover kehidupan keluarga anda ketika anda tiada? atau asuransi kesehatan untuk seluruh keluarga apakah sudah dibeli?berapakah total utang anda?apakah sudah sehat atau belum? ketika fondasi keuangan anda sudah kokoh maka anda bisa mulai berinvestasi. Untuk berinvestasi pun juga harus dilihat dulu tujuan keuangan anda apa?target jangka waktu pencapaiannya kapan?profil resiko anda sebagai investor bagaimana? kemudian baru dipilihkan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

Money affects every single thing in our life. Dengan kesibukan sehari – hari, apakah punya waktu untuk melakukan perencanaan keuangan pribadi?waktu disini bukan hanya untuk mengecek portfolio investasi tetapi juga selalu upgrade pengetahuan tentang dunia keuangan dan juga . Ketika lo terlalu sibuk untuk mengatur keuangan, mengecek produk keuangan apa yang cocok sama lo dan cara memilih yang bener gimana, maka you find the person who knows better.

It works as well buat orang-orang yang sebenarnya bisa investasi tapi ngga bisa mengontrol pengeluaran dan butuh seseorang yang bisa selalu keep them on track dan membuat mereka berinvestasi/menabung setiap bulan. Orang yang menunjukan “eh lo tuh butuh dana segini loh buat anak lo sekolah, kl lo shopping melulu lo ga akan bisa nyekolahin anak lo kesekolah impian mereka, tega lo” :p

To sum it up, you need a financial planner/advisor untuk alasan objectivitas (kita tidak bisa bersikap objektid dalam mengambil keputusan keuangan sendiri), efisiensi (pengetahuan mengenai industri dan produk keuangan dibutuhkan begitu juga data – data yang valid dan terkini, anda bisa menghemat waktu dengan memilih perencana keuangan yang dapat mengerjakan itu semua), serta efektivitas (anda butuh bertemu banyak penjual produk keuangan untuk memilih yang mana yang terbaik untuk anda, dengan adanya planner , ia akan melakukannya untuk anda)

Q : Mahal ngga sih pakai perencana keuangan?

A: Mahal itu relatif loh ya..kalau salah pilih produk mahal ngga?kalau salah invest dan uang ngga kembali mahal ngga?

Fee tiap perusahaan perencana keuangan itu beda dan biasanya bayarnya tahunan. Untuk lebih jelasnya bisa tanyakan ke perencana keuangan masing – masing yang lo kenal.

Q : Waktu yang tepat untuk hire perencana keuangan?

A : Anytime is the right time, karena pada umumnya setiap dari kita berada di satu dari lima level kondisi kesehatan di bawah 1 dan masing – masing level punya masalah dan cara penanganan yang berbeda pula :

Level 1 : Kondisi sangat jelek, arus kas negatif, banyak utang

Level 2 : Kondisi jelek, arus kas negatif, utang normal

Level 3 : Kondisi rata – rata, arus kas positif, tidak punya tabungan

Level 4 : Kondisi bagus, arus kas positif, punya tabungan dan investasi tetapi tidak menguntungkan

Level 5 : Kondisi sangat bagus, arus kas positif, investasi efektif

Kalau kamu punya masalah utang, planner akan membantu mencari jalan keluarnya, kalau ingin melipatgandakan kekayaan, planner akan rekomend berbagai instrumen investasi, kalau bermasalah dengan kehedonan, planner akan bantu kamu agar tetap punya investasi dsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published.