Alokasi Aset Yuk!

Jangan pernah meletakan telur2 di dalam satu keranjang!

Kalau keranjang nya jatuh, semua telur akan pecah, and there is nothing left for us

Dari pengalaman handling clients, kebanyakan sebelum pake financial planner rata-rata semua dana mereka kalau ngga dimasukin ke tabungan semua, ya di deposito semua *bikin gemes pengen ngotak ngatik hehehe*

Alasannya meletekan semua di suatu produk karena tidak tau mau taruh di produk yang manalagi. Nah mulai sekarang kalian sebagai orang yang bertanggung jawab atas uang sendiri harus berani belajar mengenali produk – produk selain tabungan dan deposito. Kalau gw tanya ke client, pengennya uangnya diapain, rata2 pada ngejawab “pengen duit gw berkembang” nah kalau mau berkembang ya ga bisa di tabungan dan deposito kan?apalagi produk asuransi :p

Seberapa besar sih yang bisa gw taruh di tabungan/deposito ?

Sebesar kebutuhan dana darurat dan kebutuhan keuangan jangka pendek 1-3 tahun (2-3 tahun klo gw pribadi langsung ke logam mulia malah drpd deposito hihi) nah selebihnya ya jangan di produk perbankan.

Produk Investasi apa aja ya?

These are some examples

Jangka menengah :

– Obligasi (Ori/Sukuk)

– Logam Mulia

– Reksadana Campuran

Jangka panjang :

– Saham

– Reksadana Saham

Property bagaimana?

Property untuk kebutuhan jangka panjang,tapi kalau anda menginginkan pendapatan setiap bulannya (passive income) maka anda bisa menyewakan property yang anda miliki, bisa dijadikan rumah kontrak, kost2an dan sebagainya.

Bagaimana dengan USD?

Kalau tidak ada kebutuhan menyekolahkan anak ke luar negri, atau anda bukan tipe yang sering bepergian keluar maka sebaiknya investasikan saja dana anda di rupiah. Soalnya nyimpen dollar juga, bunganya kecil dibandingin produk pasar modal. Ngitung2 juga kalau nilai tukar dollar terhadap rupiah naik, ga gede-gede amat gitu (Again semua juga tergantung profil resiko masing-masing ya, kalau saya pribadi sih seneng yang agresif wekekke).

Untuk beginner sebaiknya invest dimana ya?

curcol dikit, dulu waktu selesai kuliah dan ingin mendalami investasi gw coba – coba main ke bank dan ngobrol2 sama CS nya (dibilang aneh sama temen gw gara2 nongkrongnya di bank bukan di mall wkakaka) . Bisa berjam – jam gw nanya ini itu untung CS nya pinter dan baik hati plus ga bosan dengerin pertanyaan – pertanyaan gw.

Nah investasi pertama gw obligasi, kalau orang lain beli terus ttd aja kalau gw sebelum beli minta diajarin hitung2an return dll ke CS nya wkkakaka. Kalau ori kan tiap bulan dapat kupon tuh, norak deh klo duitnya sudah masuk ke tabungan “horeeeee” tapi lama-lama bosan, dan akhirnya beli majalah investor dan buku – buku tentang RD, akhirnya beli RD deh (dengan analisa yang waktu itu masih sok tau dan tiap hari ditulis perkembangannya). Setelah RD gw baru ke logam mulia.

Dulu kan belum tau tuh yang namanya pemisahan jangka pendek, menengah dan panjang so asal-asalan aja hehe. Ori akhirnya gw cairkan dan gw beliin logam mulia (lebih senang dgn kenaikannya dan bentuk fisik LM yg indah :p walopun ga memberikan pendapatan/kupon setiap bulannya.

Kalian bisa coba di logam mulia dulu sama reksadana yang tiap bulan bisa dengan rutin kalian sisihkan dari penghasilan plus ga perlu modal gede kaya ori or sukuk (Rp.5jt min) kecuali emang lebih tertarik ama yg kasih pendapatan tiap bulannya (Eventho kalau diitung2 ga seberapa juga sih 7-8% dr modal). Its all up to u and up to your needs

Leave a Reply

Your email address will not be published.